Gara-gara Despacito Digilir Teman Setongkrongan... Official
Maka ketika Si B memutar Despacito di tongkrongan yang mayoritas adalah mantan anak gitaran ala Seattle grunge, reaksi yang muncul bukanlah goyang bahu, melainkan .
Tapi di sisi lain, Despacito juga punya efek samping: . Di tahun 2018 lalu, lagu ini diputar berkali-kali di radio, TV, TikTok, sampai toko kelontong depan rumah. Akibatnya, komunitas tertentu—khususnya para penikmat musik alternatif—mengembangkan alergi akut terhadap lirik "Pasito a pasito..." .
"Itu tuh lagu gue!" protes Si A, setengah bercanda, setengah mati-matian mempertahankan martabat seleranya. Gara-gara Despacito Digilir Teman Setongkrongan...
"Itu lagu udah basi," kata Si E dengan mata sayu, seperti baru kehilangan kucing peliharaannya.
"Pasito a pasito..."
Semua diam. Kemudian tertawa. Kisah gara-gara Despacito digilir teman setongkrongan mungkin terdengar lucu dan lebay. Tapi coba renungkan: berapa banyak persahabatan yang retak karena masalah sederhana seperti ini? Berapa banyak warung kopi yang kehilangan pelanggan tetap gara-gara salah satu anggota geng merasa selera musiknya "tak dihargai"?
"Basinya dua tahun lalu, Bang," timpal Si C sambil menyedot es teh hingga keroncongan. Apa yang terjadi setelah Despacito diputar? Perang dingin. Selama 3 menit 47 detik (durasi lagu asli), tidak ada yang berbicara. Si A melipat tangan. Si C memasang headphone sendiri. Si D justru mulai berdansa pelan, membuat posisinya makin tidak populer. Maka ketika Si B memutar Despacito di tongkrongan
Si B, yang masih merasa benar karena prinsip "ini giliran gue", memutar lagu kedua: Despacito (Remix) featuring Justin Bieber.